• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 21.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: 081370563241
  • SMS/WA: 081370563241
  • info@waroengdakwah.com
Terpopuler:

TIDAK ADA ALASAN UNTUK BERMASIAT

10 Mei 2019 - Kategori Blog

Ibnu Qudamah dalam kitabnya AtTawwabin hal 69 kisah no 119, beliau menceritakan kisah taubat seorang pemuda di tangan Ibrahim bin Adham.

“Pernah datang seorang pemuda kepada Ibrahim bin Adham, kemudian berkata,

Pemuda : Wahai Abu Ishaq, sesungguhnya aku telah lalai dan mendzolimi diriku sendiri. Berilah sesuatu yang dapat mencegah dan menyelamatkan hatiku dari kelalaian.

Ibrahim bin Adham : Jika kamu menerima dan merenungi 5 perkara yang akan aku sebutkan, maka kemaksiatan tidak akan menyerangmu dan kelezatan duniawi tidak akan membinasakanmu.

Pemuda : Sampaikanlah kepadaku, wahai Abu Ishaq !

Ibrahim bin Adham : Pertama, jika kamu ingin bermaksiat kepada Allah, janganlah makan rizkiNya !

Pemuda : Lalu dari mana aku makan, sedangkan semua yang ada di bumi adalah rizki dari Allah?

Ibrahim bin Adham :Benar, maka pantaskah kamu makan dari rizkiNya, sedangkan kamu selalu bermaksiat kepadaNya?

Pemuda :Tentu tidak. Sekarang, sebutkanlah yang kedua!

Ibrahim bin Adham :Jika kamu ingin melakukan maksiat, janganlah tinggal di bumiNya !

Pemuda :Ini lebih berat dari yang pertama. Lalu dimanakah aku akan tinggal, sedangkan segala sesuatu yang ada di timur dan barat dan diantara keduanya adalah milikNya ?

Ibrahim bin Adham :Benar, maka pantaskah kamu makan rizkiNya dan tinggal di bumiNya, sedangkan kamu selalu durhaka kepadaNya ?

Pemuda :Tentu tidak. Sekarang, sebutkanlah yang ketiga!

Ibrahim bin Adham : Jika kamu ingin melakukan maksiat, dan kamu masih berada dalam rizkiNya dan bumiNya, carilah tempat dimana Allah tidak melihatmu, sehingga kamu bisa leluasa berbuat maksiat di tempat itu !

Pemuda : Bagaimana bisa aku menemukan tempat seperti itu, bahkan Allah saja tahu apa yang dirahasiakan di dalam hati ?

Ibrahim bin Adham : Benar, maka pantaskan kamu memakan rizkiNya, berada di bumiNya, serta Dia selalu melihat dan mengawasimu, lalu kamu masih melakukan perbuatan maksiat ?

Pemuda : Tentu tidak. Sekarang, sebutkanlah yang keempat !

Ibrahim bin Adham : Jika Malaikat Maut datang untuk mencabut nyawamu, mintalah kepadanya untuk menunda kematianmu sehingga kamu bisa bertaubat dari perbuatan maksiatmu dan  memperbanyak amal sholeh.

Pemuda : Tidak mungkin dia memenuhi permintaanku .

Ibrahim bin Adham : Demikianlah, jika kamu tidak mampu mencegah malaikat maut mencabut nyawamu, dan kamu pun tahu bahwa tidak akan diberikan penundaan waktu, bagaimana mungkin kamu menemukan jalan untuk menyelamatkan diri?

Pemuda : Sekarang, sebutkanlah yang kelima !

Ibrahim bin Adham :Jika Malaikat Zabaniyyah datang kepadamu pada hari kiamat, untuk mengantarkanmu menuju neraka, janganlah mau pergi bersamanya !

Pemuda : Tidak mungkin dia memenuhi permintaanku.

Ibrahim bin Adham : Demikianlah, bagaimana mungkin kamu bisa selamat darinya?

Pemuda : Wahai Ibrahim, Cukup ! Cukup ! aku akan meminta ampun atas semua dosaku dan bertaubat kepadaNya.

Akhirnya pemuda tersebut tekun beribadah sampai kematian menjemputnya.
Beberapa faidah yang bisa diambil dari kisah ini :

  • Hendaknya kita tidak nyaman dengan perbuatan maksiat yang kita lakukan. Ketika sudah berkubang dengan kemaksiatan, selayaknya   mendatangi orang yang berilmu untuk meminta nasihatnya.
  • Salah satu metode memberikan nasihat yang baik adalah dengan mengajukan pertanyaan yang dijawab oleh si penerima nasihat, sehingga si penerima nasihat membantah sendiri kesalahan yang diperbuat.
  • Kemaksiatan kepada Allah adalah sesuatu yang tidak pantas sama sekali, dilihat dari segala sisi.
  • Diantara hal yang dapat menambah semangat beribadah adalah dengan mengingat nikmat yang Allah berikan dan mengingat akhirat.
  • Sebagian besar manusia tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, karena mereka berani berbuat maksiat padahal mereka sendiri mengetahui bahwa tidaklah pantas berbuat maksiat kepadaNya. Allah ta’ala berfirman, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.” (QS. Al-An’am: 91)
  • Semua rizki yang kita dapatkan dan kita rasakan, semuanya berasal dari Allah.
  • Sesungguhnya tidak ada satupun, -baik yang besar maupun kecil, yang jelas maupun tersembunyi-, yang luput dari penglihatan dan pengetahuan Allah.
  • Kematian adalah hal yang pasti terjadi, tidak bisa diundur waktunya dan juga tidak diketahui waktu datangnya.
  • Bertaubat dan beramal sholeh adalah sebab keselamatan dari siksa api neraka.
  • Dan berbagai faidah yang lainnya.

 

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

 
Chat via Whatsapp